Makassar,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar telah mendistribusikan sebanyak 2,02 juta liter air bersih ke 70.684 warga di beberapa wilayah di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu seiring dengan kesulitan air bersih sejak musim kemarau berkepanjangan.
Kepala BPBD Makassar Fadli Tahar di Makassar, Kamis, mengatakan, peningkatan jumlah titik distribusi menunjukkan bahwa penanganan kekeringan harus dilakukan secara dinamis berdasarkan kondisi aktual masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja hanya berdasarkan data awal. Ketika kebutuhan di lapangan bertambah, maka respons pemerintah juga harus ikut bergerak,” katanya.
Menurut Fadli, distribusi air bersih dalam situasi tanggap darurat bukan sekadar aktivitas mengirimkan air dari satu titik ke titik lain. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah keterbatasan sumber air.
“Setiap liter air yang kita distribusikan memiliki arti bagi masyarakat. Ada kebutuhan rumah tangga, anak-anak, lansia dan aktivitas sehari-hari yang harus tetap berjalan,” ujarnya.
Fadli mengaku luasnya wilayah terdampak kekeringan yang awalnya terdata hanya 173 titik menjadi 246 titik, dimana perubahan angka distribusi menjadi salah satu indikator bagaimana dinamika kekeringan berkembang di lapangan.
Pada asesmen awal, BPBD mencatat 173 titik yang membutuhkan intervensi distribusi air. Dalam perkembangannya, jumlah tersebut meningkat menjadi 246 titik.
“Operasi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan di lokasi yang telah teridentifikasi sejak awal, tetapi terus diperluas mengikuti hasil pemantauan dan laporan kebutuhan masyarakat,” terang dia.
Selain itu, BPBD juga terus melakukan pengaturan kendaraan agar distribusi dapat menjangkau sebanyak mungkin wilayah dengan sumber daya yang tersedia.
Dalam operasi yang terus berjalan, sebanyak 2.026.900 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat melalui 473 trip atau perjalanan armada.
“Jika dikonversikan, volume tersebut setara dengan lebih dari 2.000 meter kubik air yang telah bergerak dari sumber menuju masyarakat terdampak,” ucapnya(s)












