Pusat Mahasiswa Bidang Cagar Budaya Data Bangunan GMKI

  • Bagikan

Makassar,- Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar melakukan pendataan terhadap Bangunan Student Center Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar yang berlokasi di Jalan Gunung Bawakaraeng No. 51, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Kamis, ( 23/10/2025).  Bangunan satu lantai tersebut saat ini difungsikan sebagai ruang pertemuan dan aula. Berdasarkan keterangan pengurus GMKI Cabang Makassar, sekretariat ini merupakan lokasi ketiga yang pernah ditempati organisasi, setelah sebelumnya berada di Jalan Bontolempangan dan Jalan Kijang. 

Bangunan ini menjadi saksi perjalanan panjang aktivitas pelajar Kristen di Kota Makassar.  Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Hj. Haryanti Ramli, menjelaskan bahwa kegiatan pendataan ini merupakan bagian dari upaya identifikasi Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di wilayah Kota Makassar.

“Kami berharap bangunan lama seperti Student Center GMKI dapat terus dijaga karena memiliki nilai sejarah dan sosial yang penting,” ujar Haryanti.

Sementara itu, Febri Tiring, Ketua GMKI Cabang Makassar terpilih, menyampaikan penghargaan atas perhatian pemerintah kota terhadap keberadaan sekretariat mereka.  “Kami sangat berterima kasih kepada Bidang Cagar Budaya Pemerintah Kota Makassar yang telah meluangkan waktunya ke Student Center kami. Semoga hal ini memberikan dampak positif bagi Kota Makassar dan juga bagi organisasi kami, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Makassar,” ungkap Febri.

Dalam kesempatan terpisah, Ir. Ria Wikantari, M.Arch., Ph.D, anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Makassar, menilai bahwa bangunan Student Center GMKI menampilkan gaya Arsitektur Modern yang dipadukan dengan adaptasi iklim tropis serta penggunaan material lokal.

“Secara umum, bangunan ini bisa diklasifikasikan sebagai Arsitektur Modern-Vernakular-Tropis,” jelas Ria.

Pendataan ini menjadi wujud komitmen Dinas Kebudayaan Makassar dalam menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya, sosial, dan arsitektur bagi kota.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *