MAKASSAR — PSM Makassar menatap kompetisi musim 2026/2027 dengan semangat baru. Kehadiran pelatih Darije Kalezic, sejumlah pemain asing baru, serta perpaduan pemain senior dan talenta muda akademi dinilai menjadi modal yang cukup untuk membawa Juku Eja kembali bersaing.
Sekretaris Camat Panakkukang, Rendra, mengatakan dirinya optimistis melihat persiapan PSM musim ini. Apalagi, Darije bukan sosok asing bagi PSM. Ia pernah membawa Juku Eja meraih gelar Piala Indonesia 2018/2019, sebuah pencapaian yang menurut Rendra bisa kembali membangkitkan mental juara dalam tim.
“Saya kira kembalinya Coach Darije memberikan harapan baru. Beliau sudah pernah membawa PSM juara Piala Indonesia, jadi tentu punya pengalaman dan kenangan tentang bagaimana membangun tim yang punya mental juara. Spirit itu mudah-mudahan bisa kembali ditularkan kepada pemain-pemain sekarang,” ujar Rendra.
Menurutnya, PSM juga memiliki sejarah sebagai klub yang pernah merasakan gelar juara liga. Karena itu, sejarah tersebut harus menjadi motivasi, bukan sekadar kenangan.
“PSM punya sejarah sebagai juara. Piala Indonesia sudah pernah kita raih, gelar liga juga pernah menjadi bagian dari perjalanan PSM. Jadi sejarah itu harus menjadi motivasi bagi generasi sekarang. Kita ingin melihat semangat juara itu hidup kembali,” katanya.
Rendra melihat komposisi tim musim ini juga cukup menarik. Pemain asing baru diharapkan dapat memberikan kualitas dan pengalaman, sementara pemain senior tetap menjadi penopang di dalam tim. Di sisi lain, kehadiran pemain-pemain muda dari akademi dinilai penting untuk menjaga regenerasi PSM.
“Yang menarik adalah bagaimana pemain asing, pemain senior dan anak-anak muda akademi bisa menyatu. Pemain senior bisa menjadi contoh, pemain asing membawa pengalaman baru, dan pemain muda memberikan energi. Kalau chemistry-nya bagus, saya kira PSM punya kekuatan yang luar biasa,” tuturnya.
Lebih dari sekadar persoalan teknis di lapangan, Rendra berharap para pemain juga memahami karakter masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan yang dikenal dengan semangat siri’ na pacce.
“PSM punya sesuatu yang mungkin tidak semua klub punya. Ada ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat. Ada semangat siri’ na pacce, rasa harga diri, kebersamaan dan pantang menyerah. Itu yang harus dibawa setiap kali pemain mengenakan jersey PSM,” tegasnya.
Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi energi bagi seluruh tim dalam menghadapi kompetisi yang panjang dan penuh persaingan.
“Kita tidak ingin membebani tim dengan target yang macam-macam. Yang penting berjuang maksimal, bermain dengan hati, kompak dan konsisten. Kalau spirit juara, pengalaman pelatih, kualitas pemain baru, pemain senior dan regenerasi dari akademi bisa menyatu, saya yakin PSM bisa bangkit dan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan,” kata Rendra.
“Sebagai orang Makassar, tentu kita ingin melihat Juku Eja kembali berjaya. Mari kita dukung bersama. Karena PSM bukan hanya sebelas pemain di lapangan, PSM adalah kebanggaan dan bagian dari kehidupan masyarakat. Ewako PSM! Siri’ na pacce!”












