MAKASSAR — Menghadapi musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air di tengah masyarakat, Pamsimas Sulsel bersama Camat Manggala menggelar dzikir dan doa Istisqa untuk memohon turunnya hujan yang penuh berkah.
Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga warga setempat. Dzikir dan doa bersama menjadi bentuk ikhtiar masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Musim kemarau panjang. Hari ini kita menggelar dzikir untuk memohon turunnya hujan, karena banyak persoalan yang timbul di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ketua Pamsimas Sulsel, Husni Mubarak.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut mendapat ridha Allah SWT sehingga hujan segera turun di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.
“Mudah-mudahan dengan apa yang kita laksanakan pada malam ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan hujan yang penuh berkah di Kota Makassar ini,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi kemarau saat ini cukup mengkhawatirkan. Bahkan, diperkirakan dalam satu bulan ke depan curah hujan masih sangat minim.
“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib warga yang ada di sekitar Makassar jika hujan tidak turun. Bahkan, dari beberapa kabupaten, setiap saat telepon saya berdering. Banyak warga yang menyampaikan kondisi dan kebutuhan mereka terhadap air,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Manggala yang turut berinisiatif menggelar dzikir dan doa Istisqa secara berjamaah.
“Mudah-mudahan doa yang kita panjatkan bersama ini menjadi ikhtiar dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” tutupnya. (fly)












